BERSIAP MENGIKUTI AKREDITASI SEKOLAH

 

akreditasi

Akreditasi sekolah/madrasah adalah proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan, yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk sertifikat pengakuan dan peringkat kelayakan yang dikeluarkan oleh suatu lembaga yang mandiri dan profesional.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 2 ayat (2) tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) perlu dilakukan dalam tiga program terintegrasi yaitu evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi. Penjaminan mutu pendidikan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat agar dapat memperoleh layanan dan hasil pendidikan sesuai dengan yang dijanjikan oleh penyelenggara pendidikan.

Penegasan tentang pentingnya akreditasi dapat dilihat pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), BAB XVI Bagian Kedua Pasal 60, tentang Akreditasi yang berbunyi sebagai berikut.

  1. Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.
  2. Akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik.
  3. Akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka.

Proses akreditasi ini dilakukan secara berkala dan terbuka dengan tujuan untuk membantu dan memberdayakan program dan satuan pendidikan agar mampu mengembangkan sumberdayanya dalam mencapai tujuan pendidikan nasional.

Mengingat pentingnya akreditasi sebagai salah satu upaya untuk menjamin dan mengendalikan kualitas pendidikan, maka pemerintah melalui Peraturan Mendiknas Nomor 29 Tahun 2005 membentuk Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), sebagai pengganti institusi pelaksana akreditasi sekolah yang lama yaitu Badan Akreditasi Sekolah Nasional (BASNAS).

Untuk kabupaten Lumajang, berdasarkan hasil akreditasi yang dilakukan oleh asesor, sampai tahun 2010, untuk tingkat TK, ada 122 TK dengan rincian yang mendapat nilai A (10,66%0 ) , B (71,31%), C ( 17,21% ), dan TT ( 0,82% ). Untuk SD dari 205 lembaga, terakreditasi A ( 15,12% ), B ( 67,8% ), C ( 17,07% ). Untuk SMP, dari 49 lembaga, terakreditasi A ( 40,82% ), B ( 46,94% ), dan C ( 12,24% ). Untuk SMA, dari 19 lembaga, A ( 63,1% ) dan B ( 36,84% ) dan SMK, A ( 53,85% ), B ( 36,46% ), dan C ( 7,69% ).

Kepada lembaga yang akan mengikuti kegiatan akreditasi sekolah di tahun 2012 ini tentunya harus lebih mempersiapkan dan acuannya adalah 8 Standar Nasional Pendidikan ( SNP ).

Bagi kepala sekolah/madrasah, hasil akreditasi diharapkan dapat dijadikan bahan informasi untuk pemetaan indikator kelayakan sekolah/madrasah, kinerja warga sekolah/madrasah, termasuk kinerja kepala sekolah/madrasah selama periode kepemimpinannya. Di samping itu, hasil akreditasi juga diperlukan kepala sekolah/ madrasah sebagai bahan masukan untuk penyusunan program serta anggaran pendapatan dan belanja sekolah/madrasah.

Bagi guru, hasil akreditasi merupakan dorongan untuk selalu meningkatkan diri dan bekerja keras dalam memberikan layanan terbaik bagi peserta didiknya guna mempertahankan dan meningkatkan mutu sekolah/madrasah. Secara moral, guru senang bekerja di sekolah/madrasah yang diakui sebagai sekolah/madrasah bermutu.

Bagi masyarakat dan khususnya orangtua peserta didik, hasil akreditasi diharapkan menjadi informasi yang akurat tentang layanan pendidikan yang ditawarkan oleh setiap sekolah/madrasah, sehingga secara sadar dan bertanggung jawab masyarakat dan khususnya orangtua dapat membuat keputusan dan pilihan yang tepat dalam kaitannya dengan pendidikan anaknya sesuai kebutuhan dan kemampuannya.

Bagi peserta didik, hasil akreditasi akan menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka memperoleh pendidikan yang baik, dan harapannya, sertifikat dari sekolah/

Bagi kepala sekolah/madrasah, hasil akreditasi diharapkan dapat dijadikan bahan informasi untuk pemetaan indikator kelayakan sekolah/madrasah, kinerja warga sekolah/madrasah, termasuk kinerja kepala sekolah/madrasah selama periode kepemimpinannya. Di samping itu, hasil akreditasi juga diperlukan kepala sekolah/ madrasah sebagai bahan masukan untuk penyusunan program serta anggaran pendapatan dan belanja sekolah/madrasah.

Bagi guru, hasil akreditasi merupakan dorongan untuk selalu meningkatkan diri dan bekerja keras dalam memberikan layanan terbaik bagi peserta didiknya guna mempertahankan dan meningkatkan mutu sekolah/madrasah. Secara moral, guru senang bekerja di sekolah/madrasah yang diakui sebagai sekolah/madrasah bermutu.

Bagi masyarakat dan khususnya orangtua peserta didik, hasil akreditasi diharapkan menjadi informasi yang akurat tentang layanan pendidikan yang ditawarkan oleh setiap sekolah/madrasah, sehingga secara sadar dan bertanggung jawab masyarakat dan khususnya orangtua dapat membuat keputusan dan pilihan yang tepat dalam kaitannya dengan pendidikan anaknya sesuai kebutuhan dan kemampuannya.

Bagi peserta didik, hasil akreditasi akan menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka memperoleh pendidikan yang baik, dan harapannya, sertifikat dari sekolah/ madrasah yang terakreditasi merupakan bukti bahwa mereka menerima pendidikan bermutu.

5 responses to “BERSIAP MENGIKUTI AKREDITASI SEKOLAH

  1. semoga dengan diadakannya program semacam ini, kualitas pendidikan di kota Lumajang makin bertambah baik dan untuk Bapak dan Ibu guru sentuhlah kami siswa didik dengan penuh keikhlasan dalam mengajar ya @_^
    ============
    Terima kasih atas kunjungannya. Semoga bermanfaat

  2. dan sekolahku sekarang juga ikut terjaring…
    makanya liburan sekarang ini disibukkan dengan berbagai persiapannya..jadi g sempat mudik
    ===============
    Terus berkarya, semoga sekolah Anda bisa dalam kelompok SNP. Atau paling tidak memenuhi SPM ( Standar Pelayanan Minimal )

    • akriditasi sering jadi hal menakutkan, karena kita memang selalu instan menyiapkannya …
      ==========
      Sekolah memang harus siap melaksanakan akreditasi maupun EDS. Akreditasi memang ada hubungannya dengan pengakuan dari pihak lain ( baca:pemerintah ) tentang status lembaga. Sedang EDS ( Evaluasi Diri Sekolah ) adalah sebuah pemotretan yang dilakukan oleh sekolah sendiri untuk melihat sejauh mana keberadaan lembaga apakah sudah memenuhi SPM ( Standar Pelayanan Minimal ) atau SNP ( Standar Nasional Pendidikan )

  3. kunjungan perdana ….salam kenal
    ==========
    Terima kasih atas knjungannya

  4. akreditasi sebagai potret sekolah terekam dalam isian EDS, so sekolah diharapkan mengisi EDS based on the fact and branding the schooll …sudah bukan jamannya lagi nulis yang baik-baik ajanya saja …tlis apa adanya .. write the right thing not write the thing right….
    ==============
    Terima kasih atas kunjungannya di blog kami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s